Minggu, 14 Juni 2015

Tugas B.Indonesia

1.      Kenapa anda memilih jurusan manajemen ?

2.  Kemampuan dibidang manajemen seperti apa yang ingin anda kembangkan secara khusus untuk menunjang karier anda!

3.  Carilah contoh kasus-kasus terbaru yang terjadi kesalahan manajemen dalam penanganan kasus tersebut,kemudian buatlah analisis anda!

Jawaban:

1.   Saya memilih jurusan manajemen karna memang rujukan dari orang tua,dan memang saya ingin menjadi seseorang yang mampu mendapatkan skill dari jurusan yang saya pilih ini seperti,Skill memanage (mengatur) keuangan,memanage orang,memanaje waktu dll.Saya juga ingin mengetahui dan mempelajari bisnis dan pemasaran,dijurusan ini saya bisa mempelajari hal itu dan ternyata bisnis dan pemasaran tidak kalah penting seperti manajemen keuangan.Saya juga tertarik berbisnis jadi maka dari itu saya harus bisa mendapatkan pengetahuan yang bisa saya dapatkan di jurusan ini walaupun pengalaman yang lebih penting dalam hal bisnis.

2.      Saya ingin mengembangkan kemampuan dibidang keuangan karna dibidang ini berpengaruh disemua hal manejemen seperti bisnis maupun pemasaran jadi saling berkaitan satu sama lain.Dibidang manajemen keuangan juga selalu akan kita temui dimana-mana dan dibutuhkan setiap perkembangan jaman.

3.      CONTOH KASUS :

PT.KAI

  Transparansi serta kejujuran dalam pengelolaan lembaga yang merupakan salah satu derivasi amanah reformasi ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan oleh salah satu badan usaha milik negara, yakni PT Kereta Api Indonesia. Dalam laporan kinerja keuangan tahunan yang diterbitkannya pada tahun 2005, ia mengumumkan bahwa keuntungan sebesar Rp. 6,90 milyar telah diraihnya. Padahal, apabila dicermati, sebenarnya ia harus dinyatakan menderita kerugian sebesar Rp. 63 milyar.

        Kerugian ini terjadi karena PT Kereta Api Indonesia telah tiga tahun tidak dapat menagih pajak pihak ketiga. Tetapi, dalam laporan keuangan itu, pajak pihak ketiga dinyatakan sebagai pendapatan. Padahal, berdasarkan standar akuntansi keuangan, ia tidak dapat dikelompokkan dalam bentuk pendapatan atau asset. Dengan demikian, kekeliruan dalam pencatatan transaksi atau perubahan keuangan telah terjadi di sini.

        Di lain pihak, PT Kereta Api Indonesia memandang bahwa kekeliruan pencatatan tersebut hanya terjadi karena perbedaan persepsi mengenai pencatatan piutang yang tidak tertagih. Terdapat pihak yang menilai bahwa piutang pada pihak ketiga yang tidak tertagih itu bukan pendapatan. Sehingga, sebagai konsekuensinya PT Kereta Api Indonesia seharusnya mengakui menderita kerugian sebesar Rp. 63 milyar. Sebaliknya, ada pula pihak lain yang berpendapat bahwa piutang yang tidak tertagih tetap dapat dimasukkan sebagai pendapatan PT Kereta Api Indonesia sehingga keuntungan sebesar Rp. 6,90 milyar dapat diraih pada tahun tersebut.

        Dalam masalah ini, indikasi terjadinya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan terlihat. Padahal, setiap kecurangan yang terjadi pada suatu lembaga, terlebih lagi lembaga yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan kepada publik, pada akhirnya merugikan banyak pengampu kepentingan. Memang, auditor eksternal dalam hal ini kantor akuntan publik S. Manan & Associates telah dilibatkan peranannya untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia. Namun, hal itu tidak dapat menjamin bahwa laporan keuangan yang benar pasti telah ditampilkan.

        Bagaimanapun, akuntan publik maupun lembaganya bukanlah subyek yang sama sekali bebas dari kepentingan atau mampu membebaskan dirinya dari godaan uang. Kurang hebat bagaimana reputasi Arthur Andersen & Co’s selaku auditor sekaligus lembaga konsultan manajemen internasional tersohor. Tetapi, ternyata ia tergoda juga untuk berlaku lancung pada kasus Enron Energy, Inc. Tindakan curang yang dilakukan dengan memanipulasi kinerja manajerial serta keuangan Enron Energy, Inc. akhirnya membuat banyak pihak terpuruk setelah perusahaan penyedia energi itu terhukum karena perbuatannya. Diduga, manipulasi laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, akumulasi permasalahan terjadi
disini.

Pembahasan

        Penerapan sistem pengendalian manajemen (management control system) yang baik amat dibutuhkan oleh setiap lembaga tanpa pandang bidang yang ditekuni maupun karakteristik kegiatannya. Ia harus diterapkan agar suatu lembaga kuat, berkembang dengan baik serta memiliki keunggulan yang berkelanjutan. Salah satu unsur utama sistem pengendalian manajemen adalah laporan keuangan beserta proses audit terhadapnya. Mengingat peran pentingnya bagi lembaga itulah, laporan keuangan dan proses auditnya harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip ideal-normatif yang diberlakukan terhadapnya. Terkait dengan proses audit terhadap laporan keuangan yang telah dibuat oleh suatu lembaga, pihak auditor internal maupun eksternal adalah pihak-pihak yang mungkin dipilih untuk melakukannya. Pada umumnya, bagi lembaga yang mempunyai bidang kegiatan yang besar dan kompleks, auditor eksternal –dalam hal ini kantor akuntan publik- selalu dilibatkan dalam proses audit laporan keuangan untuk periode tertentu.

         Suatu lembaga seperti halnya PT Kereta Api Indonesia memang memiliki kewenangan untuk menyusun laporan keuangannya dan memilih auditor eksternal untuk melakukan proses audit terhadap laporan keuangan tersebut. Tetapi, ada hal mendasar yang harus diperhatikannya sebagai wujud penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Auditor eksternal yang dipercayai harus benar-benar memiliki integritas serta prosesnya harus terlaksana berdasarkan kaidah-kaidah yang telah diakui validitasnya, dalam hal ini Pedoman Standar Akuntansi Keuangan dan Standar Profesional Akuntan Publik. Selain itu, auditor eksternal wajib melakukan komunikasi secara benar dengan komite audit yang ada pada PT Kereta Api Indonesia. Secara tidak langsung, upaya ini menunjang perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pengampu kepentingan. Seperti halnya yang telah diketahui bersama, hal ini jelas mempunyai dimensi etis.

       Sebagaimana yang telah digariskan dalam peraturan terkait perseroan terbatas, pengawasan terhadap aktivitas manajerial dilaksanakan oleh dewan komisaris (board of commisionaries). Pengawasan yang dilakukan oleh dewan komisaris memiliki tiga fungsi yakni
1) memberikan saran kepada direksi tentang bagaimana ia harus bersikap (advising).
2) melindungi perusahaan dari hal-hal yang tidak diharapkan dengan memberikan argumen dan pendapat independen yang kuat atas kejadian yang mungkin merugikan maupun melanggar kaidah-kaidah tata kelola perusahaan yang baik (protecting).
3) mengawasi pengelolaan perusahaan agar mampu menciptakan nilai yang optimal bagi para pengampu kepentingan (supervising).

         Dari beberapa anggota yang ada, terdapat salah satunya yang merangkap sebagai ketua komite audit. Komite audit membantu dewan komisaris supaya tiga fungsi diatas dapat dilakukan secara baik walaupun ia memang tidak diperkenankan berbicara kepada pihak luar karena ia adalah alat (tools) dewan komisaris. Kontribusi peran tersebut dilaksanakan dengan beberapa cara diantaranya adalah
1) meninjau ulang rencana audit (audit plan).
2) memberikan masukan dalam pemilihan auditor eksternal dalam hal kelayakannya.
3) memeriksa berbagai transaksi yang besar.
4) memberikan masukan mengenai sistem pengendalian internal.
5) melakukan pengkajian terhadap laporan kinerja manajemen dan keuangan agar dapat dipahami oleh seluruh anggota dewan komisaris.

       Pada akhirnya, melalui kontribusi peran yang dimilikinya, komite audit diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara dewan direksi dan dewan komisaris. Upaya itu penting artinya sebab soliditas manajerial dalam suatu lembaga memang sangat diinginkan untuk terwujud karenanya. Tentunya, lembaga seperti halnya PT Kereta Api Indonesia tidak menginginkan terjadinya perbedaan pandangan antara dewan direksi dan dewan komisaris. Keadaan tersebut bisa menimbulkan keterpecahan dan merugikan keberlanjutan lembaga.

     Badan usaha milik negara ini memang mempunyai banyak stasiun, depo, dan gudang penyimpanan logistik. Penyusunan laporan keuangan dan proses audit tentu rumit serta membutuhkan lebih banyak perhatian. Namun, keadaan itu hendaknya tidak dijadikan alasan pembenar bagi PT Kereta Api Indonesia untuk tidak melakukannya secara benar. Pedoman dan standar untuk menyusun laporan keuangan serta proses auditnya telah lama disosialisasikan oleh pemerintah sebagai regulator. Waktu untuk mempelajari, menyesuaikan, dan menerapkannya dalam tatanan lembaga telah diberikan. Sementara, berkat kemajuan teknologi informatika serta komunikasi, sistem akuntansi berbasiskan komputer yang bisa mempermudah pencatatan seluruh transaksi keuangan dapat dirancang.

        Melalui sistem akuntansi seperti itu, transaksi keuangan dari berbagai tempat terpisah dapat dicatat, dipantau, diorganisasikan, serta dikendalikan. Jarak tidak menjadi permasalahan karena dukungan sistem komunikasi melalui satelit saat ini sudah demikian mudah diupayakan dari berbagai perusahaan penyedia jasa guna mewujudkan sistem yang on-line sifatnya. Sudah barang tentu, kehendak untuk tetap mewujudkan transparansi maupun kejujuran harus tetap ditanamkan selain penciptaan mekanisme penangkal beragam kemungkinan gangguan secara elektronik.

        Disamping permasalahan yang bersifat teknis, PT Kereta Api Indonesia tidak boleh mengabaikan dimensi organisasional penyusunan laporan keuangan dan proses audit. Setiap bagian lembaga yang ada di dalamnya hendaknya diberi pemahaman masalah esensial akuntansi dan keuangan yang ada pada walaupun sudah barang tentu porsinya berbeda dengan bagian yang menangani akuntansi serta keuangan secara khusus. Upaya ini penting untuk dilakukan guna membangun kesepahaman (understanding) diantara seluruh unsur lembaga. Selanjutnya, soliditas kelembagaan diharapkan tercipta sehingga mempermudah penerapan sistem pengendalian manajemen di dalamnya. Dari sudut pandang etis, apa yang dilakukan tersebut adalah bentuk penghargaan atas peran setiap bagian dalam lembaga.

         Dalam suatu lembaga, kejujuran dalam hubungan kerja internal sebagai wujud penerapan etika bisnis (Prof. Dr. Sonny Keraf, 1998) harus ditegakkan. Untuk itulah, peran auditor internal harus dilibatkan dalam proses audit agar pandangan menyeluruh mengenai kondisi keuangan perusahaan diperoleh. Sedangkan komite audit harus dipastikan terlibat dalam proses penunjukan auditor eksternal. Keduanya harus diberi kepercayaan sesuai dengan kemampuan yang dipunyai. Dengan terlibatnya mereka, rasa ikut memiliki (sense of belonging) pada lembaga kemudian dapat terbangun. Selain itu, akuntabilitas dalam bidang keuangan memperoleh penguatan. Perusahaan bisa menentukan kepada siapa wewenang didelegasikan serta tanggung jawab dapat ditagih.

      Mengingat PT Kereta Api Indonesia adalah badan usaha yang memiliki bidang kegiatan pelayanan kepentingan umum (public utility), maka ia pasti mempunyai keterkaitan dan dan kepentingan dengan negara. Karenanya, ada beberapa masalah yang harus segera diselesaikan dan diperjelas penanganannya. Misalnya saja, public service obligation, infrastructure maintenance and operation, serta track access charge. Demikian pula masalah dana pensiun para pegawainya maupun beberapa perubahan kelembagaan yang terjadi karena peraturan pemerintah. Penuntasan beberapa masalah itu memang amat dibutuhkan karena apabila belum tuntas, pelayanan kepada publik sulit untuk dioptimalkan kinerjanya. Bukan tidak mungkin, kemajuan pembangunan akan terhambat.

       Demi kebaikan dirinya, PT Kereta Api Indonesia memang harus bersedia melakukan pembenahan internal secara serius. Masyarakat menginginkan perusahaan ini menampilkan kinerja yang semakin bagus. Karenanya, ia harus menciptakan kondisi yang kondusif terhadap pelaksanaan pengelolaan perusahaan yang bertanggung jawab. Para pegawai sudah sepantasnya diarahkan untuk menjadi pekerja yang jujur dan cakap dengan mekanisme imbalan serta hukuman yang adil. Berbagai kemungkinan penyelewengan haruslah diidentifikasikan, diikuti perkembangannya, serta ditutup agar tidak menjadi penyakit bagi perusahaan. Disamping itu, para anggota dewan direksi dan dewan komisaris dipilih melalui mekanisme penilaian kepantasan dan kelayakan (fit and proper test) yang ketat. Rekam jejak (track record) mereka haruslah ditelusuri secara amat detil mengingat mereka mempunyai kedudukan strategis. Sedangkan beragam asset yang dimiliki harus diinventarisasikan secara cermat untuk meminimalkan kemungkinan terlepasnya pada pihak lain yang tidak berhak. Koordinasi dengan berbagai lapisan pemerintah harus dijalin dengan baik. Pada saat kondisi memang mendesak, Komisi Pemberantasan Korupsi hendaknya diberi dukungan kuat untuk melakukan penyelidikan terhadap penyalahgunaan wewenang di sini.

Analisis:

1.    Penyusunan laporan keuangan serta proses audit adalah salah satu unsur utama sistem pengendalian manajemen. Mengingat peran pentingnya bagi lembaga itulah, laporan keuangan dan proses auditnya harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip ideal-normatif serta etis yang diberlakukan terhadapnya.

2.    Proses audit laporan keuangan memang membuka peluang bahkan pada kondisi tertentu mensyaratkan pelibatan auditor eksternal. Untuk itu, auditor eksternal yang dipilih haruslah diakui integritasnya serta prosesnya harus terlaksana berdasarkan kaidah-kaidah yang telah diakui validitasnya, dalam hal ini Pedoman Standar Akuntansi Keuangan dan Standar Profesional Akuntan Publik.

3.   Pengawasan terhadap aktivitas manajerial dewan direksi yang dilaksanakan oleh dewan komisaris dinilai makin membutuhkan kontribusi komite audit agar semakin optimal. Selain itu, komite audit diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara dewan direksi dan dewan komisaris guna menciptakan soliditas manajerial.


4.  Pemberian pemahaman masalah esensial akuntansi dan keuangan yang ada pada seluruh bagian lembaga dengan proporsi yang tepat adalah penting untuk membangun kesepahaman diantara seluruh unsur lembaga.

5.   Penyelesaian dan upaya memperjelas berbagai masalah yang berhubungan dengan negara penting dilakukan agar PT Kereta Api Indonesia bisa meningkatkan kinerjanya dalam hal pelayanan kepada publik.







Jumat, 05 Juni 2015

Stop Bullying - Essay

Bully word being said the most popular today, particularly among pupils and students. Cases about bullying was more intensively in good talking real world, as well as the virtual world may even spread to other worlds. One case of bullying most frequently encountered or even once we experienced was seniority, school or campus. who dared to sing in front of the senior, they were like a king or queen that we should respect.
Not a few cases of bullying that ended with the death of this case received more attention of people of Europe are also powering the emergence of stop bullying , again the people of Europe a step quicker in responding to cases of bullying when cases are highest in Asia exactly the land of sakura, japan right behind Indonesia followed by not much different distances.
Ironic is not it, our beloved country, known by its Malay soft traits turned out hidden souls thugs, what happened to the children of the motherland.? What we have the heart to let the motherland cry because we are arrogant nature.?. therefore from now on let's recognize what bullying is not uncommon anymore, but it still feels strange.
KNOW IT AND KILL IT.

What's Bullying.?
Bullying is derived from the word bully, according to English-Indonesian dictionary Echols bouquet and Shadily bully is defined as:
"Bully / 'bulie / kb. (j. -lies) bully, those who disturb the weak, (bullied) bluff, disturbing.” While the Indonesian word bullying we often describe as an oppression, bullying, bullying or ostracism (treats are not polite).
            This is supported by the opinion Coloroso (2006: 44-45) who say that bullying means to cause emotional pain or physical injury, involving actions that can hurt, and the cause of pleasure in the heart of the actors while watching the suffering of victims. Bullying is often carried out by the strong to the weak, tall to short, beautiful to the ugly and vice versa. Many bullying cases occur among students so often referred to as student violence.
            There are countless cases of bullying among students one of the most well-known and famous is seniority, seniority form is found when the cadre for the students and also when ospek school. Each student / student before entering the new semester will be treated a little rude of example only senior snapped shouted, mocked fun, or stared cynically realized or not it is included in case the bully.
            Another example is the oppression of the weak, for example, just a bunch of students popular in one of his gang were alienating the poorer, ugly, not fashionable in a way not ignored or never talk to, call a friend with nicknames such as the fat or dwarf , all of it is a case of bullying, the most severe cases of bullying is when it involves physical violence such as hitting, kicking or throwing a friend.
            Bullying occurs when allowed and will cause a long lasting negative impact on victims such as depression, low self-esteem / self-conscious, Shy and reclusive, Decline in academic achievement, Feeling socially isolated, occurred, or even try to commit suicide. On the other hand if the bully estab left alone, they will learn that there is no risk whatsoever for them when they commit violence, or threaten another child. When the adult actors that have a greater potential to be thugs or criminals and would bring problems in social interaction.
Bully often occur everywhere, especially in schools. Moreover, when the orientation of students or that we know called ospek. Whether it is a natural thing? I think they like it just wants fame, in fear junior, and domineering! I think it's been really does not make sense. Their actions VERY SHAME! Very embarrassing for someone who is a "STUDENT" !!!

Many reasons they (the perpetrators bully) do so, including:
·         Want respected or feared junior
·         Want to be great by their junior
·         Want to show that they had the power in the school
·         Annoyed with their more junior famous of them
·         Their boyfriends there is a crush at the junior (pity)
·         Or retaliation because they used to be in such treatment by their senior former.

In addition to the above, a lot of some things which are the cause of bullying. Among others:

1.    The environment that is not conducive
Environment that is not conducive is one of the causes of bullying happens because society will be very influential in the formation of adolescent personal. Chaos and fights in solving problems that occur in the community became something imitated by young people in solving their problems. Similarly, these days a lot of broadcast media and electronic media that displays various forms of violence. Which is more dangerous if bullying occurs within the family environment adolescents. For example, teens who have broken home has the potential for violence in the absence of the formation of moral values and a lack of affection in the family's casing.

2.    The tradition continued
The existence of the "legacy" of families, seniors and friends in the gang. Our personalities began to form during adolescence, this is what makes us love "bandwagon" with the people around us, if there is a friend who does violence to another friend, sometimes we involve ourselves in the wrong way, not arbitrate / advising them instead participate oppress them. When it gets bullying of seniors, so we are there will be senior junior desire to oppress us with the exact reason is not unreasonable "Because I was also treated as it used to be !!" and in the end.

3.    Parents who are too cool
Due to busy parents with their work, they rarely spend time with their children. The absence of communication between children and parents would be fatal, we will not know the circumstances of each. Any busy parent, keep their duty to instill moral values that exist, and instill a sense of confidence to their children because by showing trust, the child will naturally have a sense of responsibility towards the trust that has been given.
"Parents can play a key role in Preventing and stopping bullying. But first they have to know if Reviews their children bully or are bullied by others. Many parents do not discuss bullying with Reviews their children, and many children do not raise the topic of bullying with Reviews their parents. "

4.    Envy
Dissatisfaction of what he already has also become one of the driving factors for doing the bullying, when seeing other people more than himself, he will perform in ways that could make it fall rival, and of course in a way that was not supposed to. Bullying usually happens due to envy is verbal bullying and indirect bullying


Victims of bullying why many do not report?
·         Victims are taught not to complain
·         Most of the victims learned from experience that not all adults concerned about what they experienced
·         The victims are afraid to report mempeburuk circumstances, because of the threat of actors
·         Victims feel inferior and ashamed
·         There is a feeling on the part of the victim that it must be faced alone
·         Do not know Victims should ask for help to anyone

What Impact of Bullying?
1.      One of the effects of bullying most obvious is physical health.
2.      Impaired academic achievement or often deliberately not attending school.
3.      The emergence of a psychological disorder in victims of bullying, such as excessive anxiety, always feel scared, depressed, suicidal, and symptoms of post-traumatic stress disorder (post-traumatic stress disorder) and even depression.
4.      Difficulty adjusting to the social environment
5.      Damage to the existing social values in the future.

Solution to avoid bully...
Many people who are victims of bullies are weak, unpopular, fat, skinny, ugly, stupid, but it can be overcome if we dare. Well courage to fight with a bully their way in order to stop making fun of, even if given the violence should never be afraid to report to the school, if we look more daring then by itself the bullier be avoided because it did not have an impact on us and the attitude did not make them happy. Remember .. a bullier so happy bullying and will continue to bullying when she saw victims suffer so do not ever allow ourselves to be silent when bullied, no matter how small it was against. Speak up your mind. The story was to parents or friends when we got the treatment bully so we will be stronger to deal with bullying and destroy them !!!
Stop Bullying !!!








http://septianadwi22.blogspot.com/2012/11/bully-dikalangan-remaja-tahukah-kalian.html

Learning English Language -Essay

English is the international language, and therefore learn the English language is very important to us. Use English in everyday life is very important because to follow the development of the modern era. Therefore we have been very easy to get a lesson in English or smell, we can learn at school or even our daily life. Foreign language is very easy anyway to learn and therefore we must spirit.
Learning (speaking) English we can start from home. To learn English at home, we need to do three things: Listen to English, read English, and speak English. These ways we can get with the tools at home or daily. Books, television, radio and the internet provides limitless opportunities to listen, read and speak English. Immerse yourself in matters concerning the English language at every opportunity.
Frequently listen to English. Start getting used to watch television programs such as news, or movies that use or the English language. Consider the speakers, how they pronounce words in the English language properly. If you find a new vocabulary, immediately check your dictionary or Goggle applications that can use Google Translate, record and use these words every opportunity.
Read books, newspapers and magazines about the English language. Start with simple books and magazines of interest. Use your English dictionary or translate google to help you learn new words as you read. Read English will improve vocabulary, grammar and sentence structure base that will allow you to speak. Therefore we have often read that smelled english.
After enrich themselves with the vocabulary of the English language that you get through listening (listening) and reading (reading), get used to speaking English at home. Invite parents or siblings at home to communicate using the English language. Create a comfortable atmosphere at home to speak English. Start with small things and the most basic vocabulary. At first it may be difficult, but if you've used, your English skills will increase.


Good Luck